Tuesday, April 21, 2009

TERDAPAT KEBAIKAN DALAM SETIAP PERISTIWA


Allah memberitahukan kita bahwa dalam setiap peristiwa
yang Dia ciptakan terdapat kebaikan di dalamnya. Ini
merupakan rahasia lain yang menjadikan mudah bagi
orang-orang yang beriman untuk bertawakal kepada
Allah. Allah menyatakan, bahkan dalam
peristiwa-peristiwa yang tampaknya tidak menyenangkan
terdapat kebaikan di dalamnya:

"Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (Q.s.
an-Nisa': 19).

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui
sedangkan kamu tidak mengetahui." (Q.s. al-Baqarah:
216).

Dengan memahami rahasia ini, orang-orang yang beriman
menjumpai kebaikan dan keindahan dalam setiap
peristiwa. Peristiwa-peristiwa yang sulit tidak
membuat mereka merasa gentar dan khawatir. Mereka
tetap tenang ketika menghadapi penderitaan yang ringan
maupun berat. Orang-orang Muslim yang ikhlas bahkan
melihat kebaikan dan hikmah Ilahi ketika mereka
kehilangan seluruh harta benda mereka. Mereka tetap
bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan
kehidupan. Mereka yakin bahwa dengan kehilangan harta
tersebut Allah sedang melindungi mereka dari perbuatan
maksiat atau agar hatinya tidak terpaut dengan harta
benda. Untuk itu, mereka bersyukur dengan
sedalam-dalamnya kepada Allah karena kerugian di dunia
tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerugian di
akhirat. Kerugian di akhirat artinya azab yang kekal
abadi dan sangat pedih. Orang-orang yang tetap sibuk
mengingat akhirat melihat setiap peristiwa sebagai
kebaikan dan keindahan untuk menuju kehidupan akhirat.
Orang-orang yang bersabar dengan penderitaan yang
dialaminya akan menyadari bahwa dirinya sangat lemah
di hadapan Allah, dan akan menyadari betapa mereka
sangat memerlukan Dia. Mereka akan berpaling kepada
Allah dengan lebih berendah diri dalam doa-doa mereka,
dan dzikir mereka akan semakin mendekatkan diri mereka
kepada-Nya. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat bagi
kehidupan akhirat seseorang. Dengan bertawakal
sepenuhnya kepada Allah dan dengan menunjukkan
kesabaran, mereka akan memperoleh ridha Allah dan akan
memperoleh pahala berupa kebahagiaan abadi.

Manusia harus mencari kebaikan dan keindahan tidak
saja dalam penderitaan, tetapi juga dalam peristiwa
sehari-hari. Misalnya, masakan yang dimasak dengan
susah payah ternyata hangus, dengan kehendak Allah,
mungkin akan bermanfaat menjauhkan dari madharat kelak
di kemudian hari. Seseorang mungkin tidak diterima
dalam ujian masuk perguruan tinggi untuk menggapai
harapannya pada masa depan. Bagaimanapun, hendaknya ia
mengetahui bahwa terdapat kebaikan dalam kegagalannya
ini. Demikian pula hendaknya ia dapat berpikir bahwa
barangkali Allah menghendaki dirinya agar terhindar
dari situasi yang sulit, sehingga ia tetap merasa
senang dengan kejadian itu. Dengan berpikir bahwa
Allah telah menempatkan berbagai rahmat dalam setiap
peristiwa, baik yang terlihat maupun yang tidak,
orang-orang yang beriman melihat keindahan dalam
bertawakal mengharapkan bimbingan Allah.

Seseorang mungkin tidak selalu melihat kebaikan dan
hikmah Ilahi di balik setiap peristiwa. Sekalipun
demikian ia mengetahui dengan pasti bahwa terdapat
kebaikan dalam setiap peristiwa. Ia memanjatkan doa
kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya kebaikan dan
hikmah Ilahi di balik segala sesuatu yang terjadi.

Orang-orang yang menyadari bahwa segala sesuatu yang
diciptakan Allah memiliki tujuan tidak pernah
mengucapkan kata-kata, "Seandainya saya tidak
melakukan…" atau "Seandainya saya tidak berkata …,"
dan sebagainya. Kesalahan, kekurangan, atau
peristiwa-peristiwa yang kelihatannya tidak
menguntungkan, pada hakikatnya di dalamnya terdapat
rahmat dan masing-masing merupakan ujian. Allah
memberikan pelajaran penting dan mengingatkan manusia
tentang tujuan penciptaan pada setiap orang. Bagi
orang-orang yang dapat melihat dengan hati nuraninya,
tidak ada kesalahan atau penderitaan, yang ada adalah
pelajaran, peringatan, dan hikmah dari Allah.
Misalnya, seorang Muslim yang tokonya terbakar akan
melakukan mawas diri, bahkan keimanannya menjadi lebih
ikhlas dan lebih lurus, ia menganggap peristiwa itu
sebagai peringatan dari Allah agar tidak terlalu sibuk
dan terpikat dengan harta dunia.

Hasilnya, apa pun yang dihadapinya dalam kehidupannya,
penderitaan itu pada akhirnya akan berakhir sama
sekali. Seseorang yang mengenang penderitaannya akan
merasa takjub bahwa penderitaan itu tidak lebih dari
sekadar kenangan dalam pikiran, bagaikan orang yang
mengingat kembali adegan dalam film. Oleh karena itu,
akan datang suatu saat ketika pengalaman yang sangat
pedih akan tinggal menjadi kenangan, bagaikan bayangan
adegan dalam film. Hanya ada satu yang masih ada:
bagaimanakah sikap seseorang ketika menghadapi
kesulitan, dan apakah Allah ridha kepadanya atau
tidak. Seseorang tidak akan dimintai tanggung jawab
atas apa yang telah ia alami, tetapi yang dimintai
tanggung jawab adalah sikapnya, pikirannya, dan
keikhlasannya terhadap apa yang ia alami. Dengan
demikian, berusaha untuk melihat kebaikan dan hikmah
Ilahi terhadap apa yang diciptakan Allah dalam situasi
yang dihadapi seseorang, dan bersikap positif akan
mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang beriman,
baik di dunia maupun di akhirat. Tidak duka cita dan
ketakutan yang menghinggapi orang-orang yang beriman
yang memahami rahasia ini. Demikian pula, tidak ada
manusia dan tidak ada peristiwa yang menjadikan rasa
takut atau menderita di dunia ini dan di akhirat
kelak. Allah menjelaskan rahasia ini dalam al-Qur'an
sebagai berikut:

"Kami berfirman, 'Turunlah kamu dari surga itu.
Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang
siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada
kekhawatiran atas mereka, dan mereka tidak bersedih
hati'." (Q.s. al-Baqarah: 38).

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih
hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu
bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam
kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan
bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah
kemenangan yang besar." (Q.s. Yunus: 62-4).

Sunday, February 8, 2009

JALAN SESAT CUKUP JELAS

"Aku mohon perlindungan Mu ya Allah daripada syaitan yang di rejam".
 Kewujudan iblis jauh lebih awal daripada kejadian manusia. Apabila Adam dicipta, timbul keegoan iblis yang merasa dirinya lebih hebat.Kerana itu ia enggan tunduk sujud kepada Adam.
 Ibarat kata orang tua tua"aku lebih dahulu makan garam". Begitulah andaianya, walaupun keeangganan iblis disebabkan kejadiannya daripada api dirasakan lebih baik daripada Adam yang dicipta daripada tanah.
 Kemarahan dan dendam kepada Adam dan anak cucunya ditunjukkan secara terang terangan. Bahkan kepada Allah dia melahirkan azamnya untuk menyesatkan mereka seluruhnya hingga hari kiamat.
 Kalau begitu mengapa kita manusia masih juga terjerumus kepada ajakannya? Bukankah jalan sesat sudah ditunujukkan secara jelas? Mengapa masih terus mengikutinya?
 Itulah manusia, kita sememangnya sering lalai dan lupa. Dan kita juga disuruh sentiasa saling ingat mengingati.
 Sekurang kurangnya dengan mengetahui kelemahan, kegemaran dan pelbagai perkara yang berkaitan dengan makhluk yang direjam ini, kita dapat lebih berwaspada.

dari blog hembusan amal4u

Saturday, February 7, 2009

satu jasad >>>>>>>> empat hati....

Kadang-Kadang, Dunia ini ajaib dan misteri.
Seorang lelaki, ada empat hati. Ya, EMPAT. Luarbiasa kan? Dan ditugaskan untuk membahagikan hati-hati ini kepada empat orang gadis.
Empat Gadis itu dipilih berdasarkan citarasa tiap-tiap hati. Bermaksud, satu hati untuk satu gadis.
Empat Hati, Empat Gadis, Satu Jasad.
Tapi malang, gadis-gadis itu tidak mahu menerima kenyataan yang bahawasanya, keempat-empat hati itu datang dari satu jasad.
maka, mereka bergaduh sesama sendiri.
Walau bagaimanapun, ada yang sanggup berkongsi jasad yang satu itu, kerana sudah punya salah satu hati.

hehehehhehee............ renungkan lah ..........

Friday, February 6, 2009

Kenikmatan hidup bermula dengan ibadah

BERIBADAHLAH ke jalan Allah untuk mencari ketenangan jiwa dan tanda kita mensyukuri nikmat pemberian-Nya. Manusia bersedih, putus asa apabila ditarik nikmat, namun ia dugaan memperkukuh iman
NAFSU manusia tidak mungkin berhenti pada satu noktah kepuasan dalam mencari kesenangan. Setelah menikmati nafsu yang pertama, dia memburu nafsu kedua lalu yang ketiga dan seterusnya tanpa henti melainkan dengan izin Allah SWT.
Apabila dia tidak dapat mencapai hasrat nafsunya, dia pun bersedih dan putus asa, menangis dan meratapi kenikmatan yang hilang padahal Allah SWT menahan nikmat itu bukan kerana Allah bakhil tetapi Allah amat menaruh belas kasihan kepadanya.
Supaya dia tidaklah dilalaikan dengan nafsu kerana nikmat yang dicurah selama ini, nyata membuat hatinya keras dan semakin terseleweng dari jalan Allah. Dunia yang dilihat semata-mata nikmat padahal mengandungi ujian berat bagi mereka yang sedar.
Allah SWT berfirman yang bermaksud:
“Dan janganlah kamu tujukan kedua mata mu kepada apa yang telah kami berikan kepada golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami uji mereka dengannya dan kurnia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Surah Taha ayat: 131).
Setelah memahami hakikat bahawa diri kita tidak pernah puas dengan apa yang dikejar, akhirnya kesedaran itu lahir daripada jasad yang telah lelah, hati yang gelisah dan jiwa yang terdera oleh kesibukan mencari nikmat. Seseorang tidak akan sampai kepada ketenangan jiwa melainkan dirinya berada pada suasana ibadat sepanjang masa. Seluruh perbuatannya dilakukan kerana Allah, bersama Allah dan untuk Allah ketika mencari nafkah, bergaul dengan manusia bahkan dalam perkara mubah sekalipun hendaknya kehadiran Allah sentiasa dirasai.
Orang mukmin juga mempunyai hawa nafsu, dia tidak pernah terlepas daripada pergolakan nafsunya. Kadang-kadang dia menang dan ada kalanya dia kecundang, begitulah sifat manusia yang memang lemah dan amat memerlukan petunjuk dari-Nya. Jika Allah SWT mengasihi orang mukmin maka Dia menunjukkan jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dibukakan aibnya sedikit untuk sekadar ingatan dan diujinya dengan musibah sebagai peringatan. Kemudian dituntun hati orang yang dikasihi-Nya ke lembah hijau tempat ranumnya iman, demi mengubati kegelisahannya itu dicurahkanlah mata air jernih ilmu dan makrifat, ditolong supaya hamba-Nya itu bangkit mengabdikan diri kepada-Nya. Begitulah rahmat Allah SWT kepada orang mukmin.
Adakalanya setiap mukmin merasai kerasnya hati, malas beribadah dan longgarnya rasa pengawasan Allah ke atas dirinya. Semua itu pasti dirasai sesiapa yang bermujahadah di jalan Allah. Sepatutnya kita bersyukur kerana cepat mengenal diri saat terlangar larangan Allah atau terlupa suruhan-Nya. Kenal dengan sifat-sifat dosa dan maksiat yang mencemari hati. Kemudian berusaha mengganti kelalaian itu dengan semangat ibadah dalam kehidupan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah perbuatan buruk itu dengan kebaikan sesungguhnya kebaikan akan menghapus keburukan dan bergaullah sesama manusia dengan akhlak yang baik.” (Hadis Hasan Riwayat Al-Tirmizi).
Semangat ibadah sentiasa timbul dan tenggelam di jiwa mukmin, untuk memastikan seorang mukmin tetap istiqamah perlu dihadirkan suntikan motivasi yang mencergaskan jiwanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
  • Ibadah tanda mensyukuri nikmat.
Kita sering melipatgandakan ibadah pada masa tertentu kononnya Allah memberi rezeki yang banyak atau kejayaan dalam bidang diceburi, maka kita amat bersungguh-sungguh mengingati jasa Allah. Menjemput saudara mara ke doa selamat, membaca Yasin, sembahyang berjemaah, memberi makan anak yatim dan bersedekah. Malangnya ada manusia apabila tidak menerima nikmat daripada Allah, mereka hilang semangat beribadah.
Padahal nikmat Allah tidak semestinya berupa harta benda, kejayaan dan kecemerlangan hidup bahkan nikmat yang paling bernilai adalah dijauhkan kita daripada musibah yang menimpa kita, anak-anak dan keluarga. Jika setiap hari kita mendengar berita jenayah, tidakkah kita bersyukur kepada Allah kerana terhindar daripada musibah dengan perlindungan-Nya?
Orang yang memahami hakikat bersyukur akan menemui di dasar hatinya bahawa tiada nikmat yang lebih besar selain menjadi orang mukmin yang diredai Allah SWT. Kerana itulah kita bersujud dan menuai amal salih setiap masa kerana jasa baik Allah ke atas kita.
Rasulullah SAW bersabda ketika bersembahyang tahajjud di bilik Aisyah walaupun kaki baginda sakit, baginda bersabda: “Afala uhibbu an akuuna abdan syakuran?”(Hadis riwayat Imam Al-Bukhari Muslim)
  • Ibadah tanda percaya janji Allah.
Kitab-kitab yang menerangkan fadhilat ibadah wajib dan sunat sudah banyak diringkaskan daripada kumpulan hadis-hadis Nabi yang sahih, doa-doa Nabi yang maktsur juga menjadi keutamaan kerana ganjaran yang dikhabarkan. Ia diharapkan menjadi berita gembira yang didahulukan khabarnya di dunia, tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya dan Maha benar Allah atas segala janji-janji-Nya. Apabila hati keras dan jiwa menjadi malas, ubatilah ia dengan bacaan Al-Quran dan hadis sahih yang mengandungi unsur pujukan dan motivasi untuk mempertingkatkan iman dan amal kita di sisi Allah.
  • Ibadah tanda mengutamakan Allah.
Apapun kesibukan yang membelenggu orang mukmin, hatinya tetap milik Allah. Tiada yang lebih penting daripada menjaga apa-apa yang diwajibkan-Nya dan juga amalan yang sunat. Apabila waktu berhibur dan bermain berlebihan berbanding waktu beribadah dan bekerja hendaklah disoal hati yang lalai itu mengenai siapakah sepatutnya yang lebih diutamakan?
- Penulis ialah Mufti Perlis, kini menjadi tamu pusat kajian Islam di Universiti Oxford, United Kingdom


--
Namun segala kisah berlaku harus kuterima
Hanya berserah pada yang Maha Esa
Tiada apa kuharap hanya dapat kutemukan
Keindahan yang abadi selamanya...

Thursday, February 5, 2009

MENCARI KEBERKATAN MASA


MENJELANG tahun baru, ramai yang menyambutnya. Samada hari pertama Januari ataupun Muharram, Islam tidak pernah menetapkan sambutan khusus buat tahun baru. Tiada ibadat khas sempena tahun baru seperti solat tahun baru, atau puasa tahun baru. Ya, tidak menjadi masalah jika manusia ingin menyiapkan diri mereka menghadapi tahun baru.
Mungkin mereka ingin menetapkan sasaran, perancangan dan idaman. Jika perancangan itu untuk kebaikan, seseorang akan memperolehi pahala. Begitulah sebaliknya. Jika tahun baru tidak datang pun, waktu dan hari tetap terus berputar dan tiada bezanya antara tahun lepas dan tahun ini. Ia terus berjalan seperti biasa sehingga sampai detik ia berhenti. Umur setiap kita akan terus bertambah, samada menjelang tahun baru ataupun tidak.
Jika tidak bertambah tahun, ia bertambah bulan. Jika tidak bertambah bulan, ia bertambah hari. Jika tidak bertambah hari, ia bertambah jam dan minit dan akan terus meningkat ke hari, bulan dan tahun. Sementara perhentian iaitu kematian, tidak pula kita tahu waktunya yang tepat. Namun yang pasti apabila ia sampai, tidak dilewatkan walaupun sesaat jua. Kita hamba Tuhan di persada masa.
Ya, hari dan waktu akan terus datang dan pergi. Jika jam, matahari dan bulan berhenti, masa tetap berjalan. Tiada makhluk yang dapat menghalang kedatangan waktu dan hari. Demikian tiada siapa pun yang dapat menahan ia pergi. Samada manusia menunggu untuk menyambut kedatangannya atau tidak mempedulikannya, ia tetap menjelang. Demikian juga, waktu dan hari akan terus pergi sekalipun kita menyayanginya dan mengharapkan ia terus tunggu.
Entah berapa banyak diari yang dicatatkan, entah berapa banyak sanjungan yang diberikan, entah berapa banyak kejian yang dilontarkan, dengan berlalunya waktu, ia menjadi sejarah dan kenangan. Maka, entah berapa ramai manusia yang dipuji semalamnya, dilupai pada hari ini. Entah berapa ramai yang diperlekehkan semalam, disanjung pula pada hari ini. Berapa ramai mereka yang bongkak dan sombong semalam, hari ini berbicara bagaikan pengemis yang merintih simpati.
Demikian juga, entah berapa ramai yang diketepikan semalam, mungkin berkuasa atau diangkat pada hari ini. Wajah-wajah yang dahulunya comel dan cantik boleh berubah menjadi kusam dan masam. Tempat yang hening dan indah juga boleh bertukar menjadi sungul dan usang. Pemuda yang gagah akan bertukar menjadi orang tua yang mengah. Gadis yang cantek akan bertukar menjadi nenek. Perjalanan waktu dan masa adalah keajaiban ciptaan Tuhan. Ramai orang lupa bahawa masa itu adalah makhluk Allah.
Kita diciptakan dan diletakkan dalam perjalanan makhluk masa ini. Masa itu tiada siapa yang dapat menongkah pusingannya. Ia merubah segala-gala. Dari yang tiada kepada ada. Dari yang ada kepada tiada. Tiada siapa yang mampu menghalangnya melainkan Tuhan yang menciptakannya. Masa mengubah kita. Mengubah anggapan manusia sesama mereka. Ia mengubah perasaan dan rasa. Ia mengubah benci dan cinta. Ia mengubah gembira dan duka.
Namun waktu tidak boleh mengubah hakikat sesuatu di sisi Allah. Di sisi Allah, insan yang mulia tetap mulia walaupun manusia menghinanya. Insan yang keji tetap keji, walaupun manusia memberikannya kuasa dan harta. Seorang raja atau sultan yang meraikan harijadi setiap kali menjelang musimnya dengan menganugerahkan darjat dan pangkat kepada orang lain, belum tentu dia sendiri mendapat darjat dan pangkat yang tinggi di sisi Allah. Mungkin belanja hari jadinya itu akan menjadi beban kepadanya pada hari akhirat kelak; dari mana wang itu datang dan bagaimana ia digunakan?!
Seorang miskin di ceruk yang terpencil, mungkin tiada siapa yang mengambil tahu hari lahirnya dan tiada pula anugerah atau hadiah yang diperolehi. Namun, itu bukan tanda kehinaan buatnya. Bahkan jika dia hamba Allah yang baik, umurnya dan waktunya dilimpahi pahala dan keberkatan. Ya, waktu dan masa akan terus menjelang, mengejar sang raja, juga mengejar si miskin yang tiada apa-apa. Mengejar kita semua untuk sampai ke perhentian masing-masing. Pabila sampai ke detik penghabisan, kita bertemu Tuhan. Ketika itu yang dinilai adalah hakikat yang sebenar, antara insan yang beruntung dan insan yang rugi. Untuk itu Allah bersumpah dengan masa dan mengingatkan kita, siapa yang untung dan siapa yang rugi. Firman Allah dalam Surah al-‘Asr: (maksudnya) “Demi Masa! Sesungguhnya insan itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, serta mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar”. (Surah al-‘Asr 1-3).
Demikian Tuhan Pencipta masa memutuskan bahawa insan yang hidup dalam sistem masa ini akan kerugian. Apa yang dapat menyelamatkan mereka adalah apabila mereka penuhi ciri-ciri yang disebutkan; iman, amal soleh dan berpesan-pesan kepada kebenaran dan kesabaran. Ertinya, hidup bukan sekadar beriman dan beramal, tetapi hendaklah memperjuangkan tuntutan iman dan amal dengan melakukan peringatan, dakwah, seruan kepada kebenaran dan kesabaran. Kebenaran yang diajar oleh Allah dan rasul-Nya dan sabar dalam membahterai perjuangan kebenaran itu.
Jika sebahagian pengkaji cuba memahami dan membuktikan apa yang disebut oleh Albert Einstein dan Newton tentang teori relatif masa (relativity of time), Islam pula telah lama memperkatakan tentang keberkatan umur dan waktu. Mereka yang meterialis barangkali tidak dapat berfikir bagaimana mungkin masa seseorang insan dengan seorang yang lain berbeza. Bagaimana mungkin sejam si A lebih panjang daripada sejam si B?. Mereka kehairanan dan pemikiran materialistik memang tidak dapat menerima hal ini.
Dalam Islam ada istilah berkat atau barakah. Al-Quran berulang-ulang menyebut tentang keberkatan. Antaranya firman : (maksudnya) “Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta bertaqwa, tentulah Kami akan membuka kepada mereka keberkatan-keberkatan dari langit dan bumi”. (Surah al-A’raf, 96). Allah perintahkan Nabi Nuh: (maksudnya) “Dan berdoalah: Wahai Tuhanku, Turunkanlah daku di tempat turun yang berkat, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat”. (Surah al-Mukminun 29).
Kata Nabi Isa: (maksudnya) “Allah menjadikan aku ini diberkati di mana sahaja aku berada..” (Surah Maryam, 31). Apakah itu berkat atau barakah dalam bahasa Arab? Asal perkataan barakah ialah bertambah atau berkembang. Juga boleh bermaksud berkekalan. Al-Asfahani (meninggal 425H) menyatakan ia bermaksud kelangsungan kebaikan ilahi kepada sesuatu. (Al-Asfahani, Mufradat Alfaz al-Quran m.s 119, Damsyik: Dar al-Qalam). Maka barakah adalah penambahan atau kelangsung kebaikan atau kurniaan Allah kepada sesuatu.
Jika Allah berkati masa kita bererti berlaku penambahan dan kebaikan. Maka sejam yang diberkati tentu berbeza dengan sejam yang tidak diberkati. Setahun yang diberkati tentu berbeza dengan setahun yang tidak diberkati. Insan-insan yang berkhidmat untuk kemaslahatan manusia, Allah berkati umur mereka. Hasil yang dikeluarkan dan jasa ditaburkan kadang-kala tidak dapat dilakukan oleh orang lain walaupun jika berikan masa yang berganda.
Kita tidak boleh mengubah masa, tetapi kita boleh menjadi masa itu berkat dengan doa dan usaha-usaha yang ikhlas dan baik. Untuk merentasi kehidupan dan belantara masa banyak perkara kita tidak dapat duga. Kita mungkin merancang dengan perancangan yang hebat, tapi siapa yang dapat menjamin ia akan terjadi seperti yang dirancangkan. Berapa banyak rancangan buruk orang kepada kita, Allah tukar ia menjadi keuntungan dan kebaikan. Betapa banyak rancangan yang hebat, Allah tukar ia menjadi kerdil. Dunia ini bukan kita sahaja yang hidup.
Berbagai rupa dugaan dan kerenah manusia yang lain. Saya yang dhaif ini sejak sekian lamanya amat tersentuh dengan doa Nabi s.a.w “Ya Haiyyum, Ya Qayyum, dengan rahmatMu daku memohon pertolongan. Baikilah seluruh urusanku, dan janganlah Engkau serahkan diriku ini kepadaku walaupun sekelip mata” (Riwayat al-Nasai, dinilai sahih oleh al-Albani). Telah saya kongsi ia dengan pembaca dulu. Doa ini sering menjadi teman di sepanjang waktu. Di setiap kesempatan yang mulia, saya lafazkannya. Saya kira saudara pembaca juga demikian.
Menjelang tahu baru, moga Allah memberkati umur kita dan membantu segala urusan kita. Kita tidak boleh menongkah masa. Kita tidak boleh menghalang putaran masa. Kita tidak boleh menghentikan masa. Kita tidak boleh keluar dari sistem masa. Kita tidak boleh mengembalikan masa. Namun kita boleh memohon kepada Allah agar masa kita diberkati. Oleh DR. MOHD ASRI ZAINUL ABIDIN

Wednesday, February 4, 2009

JIKA ORANG KETAWAKAN KITA

Seringkali bila kita buat kesilapan di depan orang, mereka cenderung untuk mentertawakan kita. Tak kira mereka kawan kita mahupun rakan sekerja, silap sikit, mesti kita di ketawakan.
Selepas itu, Anda rasa malu, maruah jatuh dan jati diri menurun. Apa nak buat bila Anda berdepan dengan keadaan sebegini?
Cara terbaik, lupakan saja. Saya tahu, memang perit nak dilupakan, tapi kalau asyik di ingat, serta merta membuat motivasi Anda turun. Kesannya, Anda tak bersemangat.
Jadikan ketawa mereka tu sebagai satu cabaran untuk Anda memajukan diri, lebih maju dari yang sebelumnya! Hari ni mereka ketawakan Anda, biar esok nanti, mereka menyanjung pencapaian Anda!.
Selalunya, bila kita berdepan dengan keadaan sebegini, terasa tak bersemangat dan emosi kita down jadinya. Tapi kita perlu lupakan rasa malu tu dan ingat semula matlamat utama kita.
Tak kira Anda seorang pelajar IPT, pekerja mahupun usahawan, perkara ni tetap berlaku di mana-mana saja. Cara nak menanganinya, latih diri untuk banyak bersabar dan fokuskan kepada matlamat Anda.
Bila di ingat saat mereka mentertawakan Anda, memang sakit hati, geram, rasa nak marah. Semua emosi tu negatif. Kalau asyik kita ingat, melatih minda kita supaya menarik situasi yang negatif juga.
Walau sekuat mana usaha Anda mengejar kejayaan, jika Anda selalu ingat situasi tersebut diiringi dengan emosi sakit hati, geram, rasa nak marah, kejayaan takkan muncul disebabkan hal tadi. Minda Anda bukan menarik kejayaan, tapi menarik situasi negatif yang mengundang kegagalan dan kekecewaan tanpa Anda sedari.
Kena latih diri untuk buang rasa geram, sakit hati dan rasa nak marah bila di ketawakan. Lebih baik fokus kepada cita-cita dan impian Anda, kerana ia membuat Anda semakin bersemangat serta melatih minda Anda supaya fokus ke masa depan, iaitu cita-cita Anda.
Fikir kejayaan, minda Anda akan menarik kejayaan. Untuk itu, minda Anda perlu bersih dari emosi negatif. Jangan biarkan emosi negatif ni ada, walaupun sedikit.
Penuhkan minda dengan hal-hal kejayaan, seperti kisah orang-orang yang berjaya dan peransang motivasi, agar ia menjadi booster untuk Anda semakin rajin berusaha.
Kesan daripada tu, walau sekuat manapun orang ketawakan Anda, cuma perlu senyum saja kerana ia tidak memberi kesan apa-apa!

Tuesday, February 3, 2009

AMBILLAH...................

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah muzik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai kejayaan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju ke syurga.

Friday, January 2, 2009

KEHIDUPAN

"Layangkan matamu dengan pandangan islami,hiasi bibirmu dengan kalimah terpuji hiburkan telingamu dengan senandung ayat suci pagari hatimu dari iri & dengki,selimuti tubuhmu dgn iman & raihlah cita2mu utk akhirat nanti,sambutlah hari esok dengan senyuman"

Antara khayalan dan kenyataan dua perkataan yang berbeza namun punya makna yang sama .kita sering memimpikan sesuatu yang indah dan kadang kala ianya menjadikan sesuatu  kenyataan dalam kehidupan kita .keindahan yang kita kita inginkan pasti akan tercapai jika kita berusaha untuk mendapatkanya .apa juga cabaran dan halangan yang mendatang  kita hadapinya dengan tabah kerana kesabaran kunci kearah kemenangan  tapi tak ramai diantara kita yang sabar dalam menghadapinya mudah merasa kecewa dalam kehidupan seharian yang di lalui terasa diri tidak berdaya dalam melaluinya.. sikap berginilah yang membuatkan diri kita terus di landa seribu masalah..

Keyakinan dan percaya pada kententuanNYA  akan lebih membuatkan diri kita  menerima dengan seadanya setiap kejadian Allah SWT di muka bumi ini sudah tentu mempunyai hikmahnya yang tersendiri kadang-kala .manusia itu sendiri yang kurang mengerti ataupun tidak tahu mengkaji sebab musababnya,sehinggalah terciptalah kecewa terlahirlah resah di hati..sehinggalah ada juga di antara kita yang sering mengalahkan takdir yang menimpa diri namun persoalannya kenapa harus ada perasaan bergitu..? manusia sering di katakan lemah dalam menghadapi ujian Tuhan  kerna sifat yang sering ada pada kita adalah mudah merasa kecewa jika ada ujian yang memimpa kita .
 
Sesungguhnya kehidupan kita yang kita laluinya penuh dengan warna-warni kita sendiri yang mencorakkan diri kita ke arah itu kerna Tuhan tidak akan merubah nasib sesorang hambanya itu sekiranya kita sendiri yang tidak mahu merubahnya apa yang kita lalui  setiap insan pastinya ada pengalaman tersendiri dalam kehidupan seharian kita suka dan suka segalanya akan di jadikan pengalaman berharga untuk di bekalkan di kemudian hari.

Kesilapan semalam biarkan berlalu jangan di kenangkan anggaplah segalanya pengajaran yang berguna untuk kita lalui agar lebih berhati-hati dalam melayari kehidupan ini.mungkin ini adalah ujian dariNYa untuk menguji sejauh mana kesabaran dan keimanan hati kita sebagai hambaNya .usah menoleh kebelakang lagi kita harus meneruskan kehidupan ini dengan semangat dan usaha untuk mencapai kejayaan dalam diri sekaligus dapat memperbaiki kelemahan dalam diri .apa yang kita lalui ini akan menjadikan diri kita bertambah matang dalam menghadapi apa juga cabaran yang bakal menduga .


Thursday, January 1, 2009

Kehidupan

Hidup itu perjuangan. Ada kalanya senang ada kalanya susah. Ada kalanya tertawa, ada kalanya menangis. Ada kalanya suka ada kalanya duka, begitulah kehidupan. Kehidupan tidak akan meriah bila selamanya bahagia. Dan kehidupan tidak akan meriah bila selamanya duka. Seseorang pasti akan di duga selagi orang itu mampu menjalaninya, tidak kira kecil, besar, tua dan muda. Semua pasti akan diujinya. Hanya sebagaimana seseorang itu melaluinya. Rasa susah akan terasa menjadi ringan apabila dijalani dengan penuh ketulusan. Begitupun sebaliknya, rasa senang akan terasa menjadi berat apabila dijalani dengan penuh keresahan. Sesungguhnya hidup manusia itu sudah di susun oleh tuhan ketika dari kecil, dewasa hingga akhir nyawa menjelang.
Tetapi mengapa manusia tidak sedar akan kesemuanya itu. Mereka lebih merasa hidupnya berada di bawah naungan awan hitam kelam. Rasa putus asa dan ketidak upayaan diri selalu dijadikan pakaian. Tangis dan duka selalu mereka jadikan mahligai. Memang bila hidup berada dalam kesenangan dan kemewahan itu terasa bahagia, tetapi pabila hidup itu mereka jalani dengan angkuh. Namun tidak semuanya kesenangan dan kemewahan itu terasa nikmat. Malahan hidup dalam kesusahan pun tak menjadi masalah bagi mereka yang menjalaninya dengan penuh ketulusan. Namun kita sebagai manusia kita tak kan luput dari kesemuanya itu. Dan kita sebagai manusia tidak boleh melupakan itu semua, bahwa sesungguhnya kehidupan manusia itu sudah ada garis ketentuannya. Maka dari itulah jalanilah hidupmu dengan penuh ketulusan, cinta dan kasih sayang.



 "Kehidupan kita di dunia ini tidak menjanjikan satu jaminan yang berkekalan. Apa yang ada hanyalah percubaan, cabaran dan pelbagai peluang. Jaminan yang kekal abadi hanya dapat ditemui apabila kita kembali semula kepada Ilahi."







Emo inc devilis@asr